Jakarta: Indonesia dan Serbia memperluas kerja sama konkret di bidang ekonomi, hilirisasi industri, hingga ketahanan pangan dan energi, yang disepakati dalam Forum Konsultasi Bilateral (FKB) ke-5 Indonesia-Serbia yang diselenggarakan di Jakarta pada 10 Oktober lalu.
Pertemuan dipimpin bersama oleh Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI Grata Endah Werdaningtyas dan Asisten Menteri Luar Negeri untuk Kerja Sama Bilateral Kementerian Luar Negeri Serbia Tamara Rastovac Siamašvili.
Dalam forum tersebut, kedua negara menegaskan kembali komitmen sebagai sesama negara pendiri Gerakan Non-Blok (GNB), terutama dalam menjunjung prinsip kedaulatan dan integritas wilayah.
Berdasarkan keterangan di situs Kemlu RI, Rabu, 14 Oktober 2026, delegasi Indonesia memaparkan delapan misi pembangunan nasional atau Asta Cita, dengan fokus pada pembangunan infrastruktur, transformasi digital, serta penguatan ketahanan pangan.
Sebagai produsen nikel terbesar di dunia, Indonesia mengundang Serbia untuk berkolaborasi dalam eksplorasi mineral dan hilirisasi rantai pasok kendaraan listrik. Indonesia juga menyampaikan visi untuk menjadi bagian dari ekosistem kecerdasan artifisial (AI) global, termasuk melalui pengembangan pusat data serta rantai pasok cip dan semikonduktor.
Langkah tersebut diarahkan untuk mendorong Indonesia beralih dari sekadar pemasok bahan mentah menuju keterlibatan yang lebih besar dalam rantai nilai industri teknologi.
Perdagangan Bilateral Tumbuh 20,62 Persen
Di sektor perdagangan dan investasi, kedua negara mencatat perkembangan positif. Nilai perdagangan bilateral meningkat rata-rata 20,62 persen dalam periode 2021–2025, mencapai USD 53,6 juta pada 2025.
Investasi Indonesia di Serbia tercatat sebesar 20,5 juta euro, terutama di sektor produksi mi instan dan jamur olahan. Sementara itu, investasi Serbia di Indonesia hingga semester I 2026 mendekati USD 1 juta.
Untuk memaksimalkan potensi pasar Eropa Tengah dan Timur, kedua delegasi sepakat menjajaki pembentukan Free Trade Agreement (FTA) serta penyelenggaraan Joint Economic Commission. Kedua mekanisme tersebut diharapkan dapat memperluas diversifikasi perdagangan dan meningkatkan nilai transaksi dengan melibatkan pelaku usaha dari kedua negara.
Serbia juga mengapresiasi inisiatif strategis Indonesia dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan proyek Giant Sea Wall. Serbia sekaligus menawarkan diri sebagai hub strategis bagi pelaku usaha dan industri kreatif Indonesia yang ingin memasuki pasar Eropa.
Dalam aspek regulasi, forum mencatat kemajuan penyelesaian sejumlah dokumen kerja sama resmi. Dua perjanjian dinyatakan siap ditandatangani, yakni di bidang pertanian dan kearsipan.
Selain itu, dua dokumen berpotensi segera disepakati, yaitu kerja sama antarkamar dagang dan industri kedua negara serta Plan of Action Kerja Sama Bilateral periode 2026–2030.
Kedua pihak juga berkomitmen mempercepat penyelesaian sejumlah perjanjian yang masih tertunda di bidang ekonomi, investasi, keamanan, dan perhubungan udara. Perjanjian-perjanjian tersebut diharapkan dapat ditandatangani saat kunjungan perdana menteri Serbia ke Indonesia.
Perluas Kerja Sama Ketenagakerjaan dan Pertahanan
Selain sektor ekonomi, FKB ke-5 membahas perluasan kemitraan di bidang ketenagakerjaan melalui penjajakan kerja sama antarpemerintah atau Government-to-Government (G2G). Inisiatif ini ditujukan untuk menjamin pelindungan hukum bagi pekerja migran Indonesia di Serbia.
Di bidang sosial budaya, kedua negara sepakat mengoptimalkan program beasiswa, termasuk Darmasiswa, Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI), serta program World in Serbia.
Indonesia dan Serbia juga menjadwalkan penyelenggaraan Indonesia–Serbia Bilateral Interfaith Dialogue (ISBID) ke-6 di Indonesia pada 2027.
Di bidang pertahanan, kedua negara berkomitmen melanjutkan implementasi nota kesepahaman kerja sama pertahanan yang ditandatangani pada 2011, termasuk melalui investasi bersama dan transfer teknologi dalam industri militer.
Rangkaian forum ditutup dengan kesepahaman bersama yang dituangkan dalam Record of Discussion (RoD). Sebagai tindak lanjut, Indonesia dan Serbia menyepakati penyelenggaraan FKB ke-6 di Serbia pada waktu yang akan ditentukan kemudian.
Sumber : https://www.metrotvnews.com/read/N0BCgJmz-indonesia-serbia-sepakat-perluas-kemitraan-dari-investasi-hingga-ketahanan-pangan