Bisnis.com, JAKARTA – Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara mencatat penyerapan gabah kering panen (GKP) dari petani mencapai 57.000 ton selama periode 1 Januari hingga 12 Oktober 2026. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 29.500 ton beras sebagai bagian dari upaya mendukung pencapaian swasembada pangan nasional.
Penyerapan gabah petani menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga ketersediaan cadangan pangan, sekaligus mendukung stabilitas pasokan beras di masyarakat. Melalui penyerapan hasil panen tersebut, Bulog turut berperan dalam memperkuat rantai pasok pangan dari tingkat petani hingga distribusi kepada konsumen.
Capaian penyerapan gabah tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung sektor pertanian dan menjaga keberlanjutan produksi pangan dalam negeri. Penyerapan hasil panen diharapkan dapat membantu petani memperoleh kepastian pasar bagi gabah yang dihasilkan.
Selain menjaga ketersediaan stok beras, kegiatan penyerapan gabah juga berperan dalam memperkuat cadangan pangan pemerintah untuk menghadapi kebutuhan masyarakat serta menjaga stabilitas pangan.
Dengan capaian penyerapan sebanyak 57.000 ton gabah kering panen hingga 12 Oktober 2026, Bulog Sumatera Utara turut mendukung upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan nasional melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi petani dalam negeri.
Sumber: https://news.detik.com/berita/d-8703395/mendagri-dan-mentan-teken-seb-daerah-diminta-dukung-swasembada-pangan